Author : AHMAD SYAMIL
Summary by : Cahyo_Eddy
ini saya turunkan edisi terbaru "kitab pusaka" ilmu menaklukkan TOEFL danGMAT susunan saya sendiri. Mohon maaf, kitab pusaka ini - yang saya tulis bertahap sejak ditanah Jawa - disusun dengan gaya bahasa seenaknya. Saya susun terutama untuk merekayang mendapatkan undergraduate di Indonesia dan berminat untuk melanjutkan sekolah kesalah satu program MBA di USA. Jika Anda tidak bermaksud mengambil GMAT tapi GRE,pembahasan mengenai GMAT pun tetap bermanfaat bagi Anda karena ada kemiripannya. Selain itu, penerbit yang bukunya saya sarankan untuk dibeli guna menghadapi GMAT, juga menerbitkan buku yang baik untuk menghadapi GRE pula. Seandainyapun Anda hanya bermaksud untuk mengambil TOEFL saja tanpa mengambilGMAT ataupun GRE, saya tetap berharap agar bagian GMAT dari kitab pusaka ini bermanfaatbagi orang lain. Di lain pihak, keseluruhan bab mengenai TOEFL dan beberapa penjelasanlainnya barangkali tidak relevan bagi yang telah mendapatkan undergraduate di USA. Kritik dan saran asalkan bukan makian akan diterima dengan senang hati. Lain waktuakan saya edit kembali. Alamat lengkap saya dapat dilihat pada halaman ....I.
TOEFLBuku pelajaran TOEFL yang paling luas pemakaiannya di Indonesia adalah dari Barron:How to Prepare for TOEFL. Seorang rekan dari lulusan sebuah sekolah di Bandung yangbekerja di Bappenas mampu mencapai nilai 620 dengan memakai buku ini. Bagaimana caradia belajar? Ia menghafal mati pola-pola strucure yang terdapat pada buku ini! Buku itusebetulnya disusun untuk orang yang sudah rada canggih Bahasa Inggris nya. Untuk jelasnya,silahkan Anda baca sendiri kata pengantarnya.Buku Barron mengajar para pembacanya dengan memberikan puluhan pola-polastructure yang harus diketahui para pembaca. Dilanjutkan dengan contoh kalimat yang benarserta contoh kalimat yang salah tanpa penjelasan yang mendalam.
Seandainya Anda sudahmempunyai dasar bahasa Inggris yang cukup bagus, buku dari Barron (dan juga beberapabuku TOEFL lainnya yang menggunakan pola pengajaran yang sama) cukup baik Anda pelajarikarena pola-pola ini akan mengingatkan kembali pada hal-hal "remeh" yang Anda lupakan.
Sebaliknya, jika Anda tidak mempunyai dasar bahasa Inggris yang baik, ketika Andamembaca buku ini, kepala Anda akan terangguk - angguk: betapa mudahnya balajar TOEFL,Kitab Pusaka:Ilmu Menaklukkan TOEFL dan GMATOleh Ahmad SyamilE-book ini didownload dariwww.milisbeasiswa.com2 dari 34kita hanya disuguhi pola- pola structure belaka. Akan tetapi, ketika Anda menginjak pola yangke 30, kemungkinan besar Anda sudah melupakan pola 1 sampai dengan 10! Buku ini,menurut saya, bersifat mengingatkan tapi kurang memberikan pengertian pada parapembacanya.Jika Anda mempunyai TOEFL awal (tanpa belajar) sekitar 500, sebaiknya Anda memakai buku dari Cliffs: TOEFL Preparation Guide.
Saya sendiri memakai buku Cliffs. Seorang karyawati BDN tamatan sebuah perguruan tinggi Bandung, mampu mencapainilai 643 dengan buku Cliffs ini. Ketika saya tanya apa rahasianya, jawabnya: "Saya suka danterbiasa membaca novel berbahasa Inggris sejak lama!" Seorang lulusan STAN mampumendapatkan nilai 667 (!) ... karena ketika ia masih kecil ia sudah dibiasakan berbahasaInggris. Hal yang sama juga terjadi pada seorang mahasiswa undergraduate bidang politicalscience di University of Houston.Jika dasar pengetahuan bahasa Inggris Anda kurang bagus (nilai TOEFL sekitar 400-an), sebaiknya Anda memakai buku berjudul Building Skill for TOEFL terbitan Nelson atau BinaRupa Aksara (khusus hak edar Indonesia).
Di Indonesia, belilah sekaligus dengan kaset dankunci bahasannya. Jika Anda membeli bukunya terlebih dahulu, belum tentu Anda dapatmembeli kasetnya secara terpisah di kemudian hari.Buku Preparation Course for the TOEFL terbitan Longman dengan pengarang DeborahPhillips cukup bagus juga untuk dipertimbangkan membelinya. Susunan buku ini mirip sekalidengan buku terbitan Binarupa Aksara. Sayangnya, buku Longman ini cukup sulit Anda temuidi Indonesia.Omong-omong, kenapa sih saya menulis kitab pusaka ini?
Saya melihat beberapa orang yang sudah belajar keras menghadapi TOEFL, akan tetapi TOEFL nya nggak bisa naik. Hal yang sama pernah terjadi pada saya! Saya pernah kursus TOEFL dan saya tidakmendapatkan hasil dari tempat kursus tersebut. Tempat kursus tersebut, seperti lazimnyatempat kursus di Indonesia, memakai buku Barron sebagai buku pegangan utamanya.Bukannya nilai saya naik, tapi nilai sayaturun. Padahal, menurut saya, sayalah peserta kursus yang paling rajin sedunia! Kalau murid sudah rajin, tapi tidak bisa juga, satu atau beberapa kemungkinandibawah ini dapat terjadi:
1. Muridnya bloon.
2. Gurunya kurang cerdas.
3. Metoda pengajaran sang guru tidak tepat.
4. Metoda belajar sang murid nggak benar.
Kitab Pusaka: Ilmu Menaklukkan TOEFL dan GMATOleh Ahmad Syamil E-book ini didownload dariwww.milisbeasiswa.com3 dari 34Untuk kasus saya, saya menganggap no. 1 dan 2 tidak mungkin terjadi. Kemungkinannyaadalah 3 & 4. Saya nggak mungkin mengubah no. 3 secara revolusioner demi kepentingansaya ... siapa sih saya ini? He, he, he ... Karena itulah, saya berusaha menemukan sendiri no.4: metoda belajar yang cepat dan cocok untuk saya.
Seorang guru pernah menjadi seorang murid. Akan tetapi, ketika ia menjadi guru, ialupa melupakan cara berpikir seorang murid. Jadi, jangan heran jika banyak guru pintar yangtidak bisa mengajar.Saya mempunyai banyak buku TOEFL. Setelah membandingkan isinya, akhirnya saya memutuskan untuk memakai buku Cliffs. Saya memakai buku Cliffs karena buku inilah yang memberikan pelajaran mengenai structure secara mendetail.
Saya tidak memakai buku dariNelson/Binarupa Aksara karena, menurut saya, kita harus mengerjakan latihan bagian perbagian jika kita ingin menguasai structure melalui buku ini. Di lain pihak, kita tidak perlumengerjakan latihan bagian per bagian jika kita ingin menguasai structure melalui buku Cliffs. Walaupun demikian, bukan berarti latihan soal tidak penting... seorang pemain basket yangmahir, tidak cukup hanya dengan membaca buku teori saja. Metoda latihan saya akan Anda jumpai juga dalam kitab pusaka ini.
Cara saya belajar dengan memakai buku Cliffs mudah-mudahan pas pula buat Anda. Dihalaman muka dari buku Cliffs, Anda dapat menemukan petunjuk pemakaian / cara belajardengan memakai buku Cliffs. Akan tetapi, saya tidak memakainya karena metodanya nggakpas buat saya, ... kurang cepat.Metoda belajar saya didasari atas tiga pemikiran:1. Bagaimana menguasai structure/grammar secara cepat.2. Bagaimana kita belajar dari kesalahan yang kita buat.3. Berusaha mengerti daripada sekedar menghafal. Nomer 3 penting buat saya karena:
1. Saya percaya, kita mempunyai daya ingat yang terbatas. Misalnya saat ini otak kitamenyimpan 1.000 data (baca: 1.000 hafalan). Kita masukkan lagi 500 data. Belum tentu otak kita kemudian menyimpan 1.500 data. Kenapa? Ada kemungkinan 200atau 300 data yang sebelumnya kita simpan akan hilang. Jadi total data yang baruadalah 1.300 atau 1.200 saja.
2. Kalau kita berusaha mengerti, jika kita terlupa, dengan mudah kita akan dapat menggali pengertian/informasi yang sudah kita pelajari sebelumnya hanya dengan Kitab Pusaka: Ilmu Menaklukkan TOEFL dan GMATOleh Ahmad Syamil E-book ini didownload dariwww.milisbeasiswa.com 4 dari 34 melihat kembali informasi tersebut sekilas saja. Lebih lanjut lagi, kita dapat menggali informasi yang kita lupakan dengan melihat dan mengorelasikannya dengan informasi lain.
Ada satu hal lagi yang perlu Anda catat : janganlah Anda minder ketika menghadapi seseorang yang mempunyai oral ability yang tinggi. Belum tentu ia mampu mencapai nilai TOEFL yang tinggi. Kenapa demikian? Karena ia belum tentu mempergunakan kaidah bahasa Inggris yang baku. Sebaliknya, orang yang memiliki writing ability yang baik, kemungkinan besar ia mampu mendapatkan nilai TOEFL yang tinggi. I.A. STRUCTURE AND WRITTEN EXPRESSION Saya menekankan struktur (Section II dari TOEFL) sebagai bagian yang paling penting dari dua bagian lainnya. Section I, II, dan III berturut
Senin, 31 Maret 2008
Pentingnya Membangun Jaringan
disarikan dari tulisan : devas
Summary by : devasutta
Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan, kita memerlukan teman, relasi, kolega, mitra atau orang-orang yang dapat mendukung kita baik Dalam pengembangan kehidupan pribadi maupun profesional kita. Kualitas kehidupan kita sangat ditentukan olehkualitas Jaringan (network) orang-orang dalam kehidupan kita. Sehingga penting bagi kita untuk dapat memahami dan menguasai keterampilan membangun dan memelihara Jaringan kehidupan kita untuk mencapai Impian-impian kita
Kunci utama keberhasilan dalam membangun jaringan adalah mengetahui persis jaringan seperti apa yang hendak kita bangun. Kita harus memulainya dengan menemukan maksud atau misi kehidupan kita. Seperti yang dikatakan penulis Henry Miller, "Destiny is what you are supposed to do in life. Fate is what kicks you in the ass to make you do it."Tidak mungkin seseorang memulai suatu usaha dalam hidup ini tanpa mengetahui arah mana yang akan ditujunya. Tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai tanpa tujuan yang jelas.
Berdasarkan survei, 27% dari semua orang di dunia ini sama sekali tidak mempunyai tujuan yang jelas dalam hidupnya. Enam puluh persen (60%) dari mereka mempunyai tujuan yang agak samar-samar, 10% dari mereka mempunyai tujuan yang jelas. Sisanya, 3% dari mereka bahkan menuliskan tujuan mereka. Orang yang menuliskan tujuan hidupnya tersebut sekarang memiliki hidup yang jauh lebih baik, penghasilan ribuan kali lebih besar dari yang lainnya.
Untuk berhasil dalam kehidupan, kita perlu bantuan orang-orang di sekeliling kita. Dengan kata lain, sukses selalu merupakan suatu dari usaha tim. Sayangnya, kita sering melupakan hal ini dan lalai memelihara kontak profesional kita. Kita mengisolasi diri dan terlalu sedikit menghabiskan waktu untuk memelihara persahabatan.
Sesungguhnya, semakin jauh kita maju dalam perjalanan menuju sukses, kita akan semakin menyadari bahwa yang membuat kita sukses bukanlah uang, gagasan atau antusiasme semata, melainkan orang lain. Kontak, uang, gagasan, dan antusiasme memang penting dan harus ada, tetapi semua itu tidak cukup kalau kita tidak mempunyai orang yang dapat kita andalkan.
Belajarlah menyukai orang. Siapa pun yang tidak dapat membangun kerjasama dan persahabatan dengan orang lain tidak akan pernah mencapai sukses. Berikut kata Lee Iacocca, bos Chrysler, tentang hal ini:"Saya telah bertemu dengan orang yang jauh lebih pintar daripada saya dan jauh lebih tahu tentang mobil. Tetapi mereka itu telah hilang entah ke mana. Mengapa? Ada satu kalimat yang saya benci pada evaluasi seorang eksekutif, tak peduli betapa berbakatnya dia itu. Kalimat itu adalah sebagai berikut: "Ia tidak gampang bergaul dengan orang lain."Bagi saya keterangan itu merupakan lonceng kematian. Karena ia dalam kesulitan besar, sebab hanya itulah yang kami punyai di sini. Tidak ada anjing, tidak ada kera – hanya orang. Dan kalau ia tidak bisa bergaul dengan teman bekerjanya, apa gunanya ia bagi perusahaan?
Sebagai eksekutif fungsinya adalah untuk memotivasi orang lain. Kalau ia tidak dapat melakukan itu, ia berada di tempat yang tidak semestinya. Seni Membangun Jaringan
Membangun jaringan adalah suatu seni karena tidak ada rumusan pasti tentang cara membangunnya. Jaringan bukan hanya sekedar kumpulan daftar nama atau urutan abjad dari relasi kita. Kita bisa mengumpamakan jaringan seperti sebuah taman bunga yang penuh dengan aneka jenis tanaman. Keindahan dan kesuburannya tergantung pada kita sendiri sebagai tukang kebun. Sebagai tukan kebun, kita harus merancang landscape-nya dan menentukan komposisi tanaman di dalamnya.
Kemudian, kita juga harus memelihara dan merawat setiap tanaman agar tumbuh subur dan berbuah pada masanya dengan penuh kasih dan kepedulian. Beberapa tanaman mungkin perlu disiram, yang lainnya perlu dipupuk, atau sebagian lain perlu dipangkas atau bahkan dicabut agar tidak merusak tanaman lainnya.
Bila kita tidak merawatnya, taman kita menjadi penuh dengan semak belukar. Taman tidak bisa menghasilkan bunga-bunga indah atau buah-buahan segar. Taman tidak berkembang dan tanaman tidak tumbuh dengan subur. Memang seperti itulah jaringan kehidupan yang kita miliki. Jika kita mengembangkan dan merawatnya, suatu saat kita akan menikmati hasilnya pada kehidupan kita selanjutnya.
Untuk membangun jaringan kehidupan, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus mau "keluar dan bergerak" dari zona kenyamanan kita. Kita jangan menjadi orang kaku. Kita tidak harus menjadi bintang dalam suatu pesta atau dalam lingkungan kerja kita. Cobalah berkomunikasi. Jumpai dan bicaralah dengan satu orang siapa saja setiap hari. Berbagi ceritalah tentang kehidupan kita dan jadilah pendengar yang baik.
Summary by : devasutta
Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan, kita memerlukan teman, relasi, kolega, mitra atau orang-orang yang dapat mendukung kita baik Dalam pengembangan kehidupan pribadi maupun profesional kita. Kualitas kehidupan kita sangat ditentukan olehkualitas Jaringan (network) orang-orang dalam kehidupan kita. Sehingga penting bagi kita untuk dapat memahami dan menguasai keterampilan membangun dan memelihara Jaringan kehidupan kita untuk mencapai Impian-impian kita
Kunci utama keberhasilan dalam membangun jaringan adalah mengetahui persis jaringan seperti apa yang hendak kita bangun. Kita harus memulainya dengan menemukan maksud atau misi kehidupan kita. Seperti yang dikatakan penulis Henry Miller, "Destiny is what you are supposed to do in life. Fate is what kicks you in the ass to make you do it."Tidak mungkin seseorang memulai suatu usaha dalam hidup ini tanpa mengetahui arah mana yang akan ditujunya. Tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai tanpa tujuan yang jelas.
Berdasarkan survei, 27% dari semua orang di dunia ini sama sekali tidak mempunyai tujuan yang jelas dalam hidupnya. Enam puluh persen (60%) dari mereka mempunyai tujuan yang agak samar-samar, 10% dari mereka mempunyai tujuan yang jelas. Sisanya, 3% dari mereka bahkan menuliskan tujuan mereka. Orang yang menuliskan tujuan hidupnya tersebut sekarang memiliki hidup yang jauh lebih baik, penghasilan ribuan kali lebih besar dari yang lainnya.
Untuk berhasil dalam kehidupan, kita perlu bantuan orang-orang di sekeliling kita. Dengan kata lain, sukses selalu merupakan suatu dari usaha tim. Sayangnya, kita sering melupakan hal ini dan lalai memelihara kontak profesional kita. Kita mengisolasi diri dan terlalu sedikit menghabiskan waktu untuk memelihara persahabatan.
Sesungguhnya, semakin jauh kita maju dalam perjalanan menuju sukses, kita akan semakin menyadari bahwa yang membuat kita sukses bukanlah uang, gagasan atau antusiasme semata, melainkan orang lain. Kontak, uang, gagasan, dan antusiasme memang penting dan harus ada, tetapi semua itu tidak cukup kalau kita tidak mempunyai orang yang dapat kita andalkan.
Belajarlah menyukai orang. Siapa pun yang tidak dapat membangun kerjasama dan persahabatan dengan orang lain tidak akan pernah mencapai sukses. Berikut kata Lee Iacocca, bos Chrysler, tentang hal ini:"Saya telah bertemu dengan orang yang jauh lebih pintar daripada saya dan jauh lebih tahu tentang mobil. Tetapi mereka itu telah hilang entah ke mana. Mengapa? Ada satu kalimat yang saya benci pada evaluasi seorang eksekutif, tak peduli betapa berbakatnya dia itu. Kalimat itu adalah sebagai berikut: "Ia tidak gampang bergaul dengan orang lain."Bagi saya keterangan itu merupakan lonceng kematian. Karena ia dalam kesulitan besar, sebab hanya itulah yang kami punyai di sini. Tidak ada anjing, tidak ada kera – hanya orang. Dan kalau ia tidak bisa bergaul dengan teman bekerjanya, apa gunanya ia bagi perusahaan?
Sebagai eksekutif fungsinya adalah untuk memotivasi orang lain. Kalau ia tidak dapat melakukan itu, ia berada di tempat yang tidak semestinya. Seni Membangun Jaringan
Membangun jaringan adalah suatu seni karena tidak ada rumusan pasti tentang cara membangunnya. Jaringan bukan hanya sekedar kumpulan daftar nama atau urutan abjad dari relasi kita. Kita bisa mengumpamakan jaringan seperti sebuah taman bunga yang penuh dengan aneka jenis tanaman. Keindahan dan kesuburannya tergantung pada kita sendiri sebagai tukang kebun. Sebagai tukan kebun, kita harus merancang landscape-nya dan menentukan komposisi tanaman di dalamnya.
Kemudian, kita juga harus memelihara dan merawat setiap tanaman agar tumbuh subur dan berbuah pada masanya dengan penuh kasih dan kepedulian. Beberapa tanaman mungkin perlu disiram, yang lainnya perlu dipupuk, atau sebagian lain perlu dipangkas atau bahkan dicabut agar tidak merusak tanaman lainnya.
Bila kita tidak merawatnya, taman kita menjadi penuh dengan semak belukar. Taman tidak bisa menghasilkan bunga-bunga indah atau buah-buahan segar. Taman tidak berkembang dan tanaman tidak tumbuh dengan subur. Memang seperti itulah jaringan kehidupan yang kita miliki. Jika kita mengembangkan dan merawatnya, suatu saat kita akan menikmati hasilnya pada kehidupan kita selanjutnya.
Untuk membangun jaringan kehidupan, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus mau "keluar dan bergerak" dari zona kenyamanan kita. Kita jangan menjadi orang kaku. Kita tidak harus menjadi bintang dalam suatu pesta atau dalam lingkungan kerja kita. Cobalah berkomunikasi. Jumpai dan bicaralah dengan satu orang siapa saja setiap hari. Berbagi ceritalah tentang kehidupan kita dan jadilah pendengar yang baik.
KolomPersiapan ke Jepang
disarikan dari Artikel di homepage PPI Jepang
Artikel di bawah ini berisi rangkuman secara garis besar mengenai poin-poin penting yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang.
1. Admission Letter dari Universitas yang dituju
Admission Letter yang dimaksud disini adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh universitas yang bersangkutan yang menyatakan bahwa anda telah dinyatakan lolos ujian masuk dan diterima di tersebut. Dokumen ini bukan Informal Consent/Letter of Acceptance dari professor yang 'hanya' berisi kesediaan calon profesor menjadi pembimbing. Pada awal masa studi di Jepang, mahasiswa baru akan tercatat sebagai research student. Admission Letter ini diperlukan untuk registrasi ke fakultas yang dituju sehingga kita tercatat menjadi mahasiswa aktif dan memperoleh kartu identitas.
2. Paspor :
Pelajar Indonesia yang berada di Jepang umumnya datang dengan menggunakan paspor hijau (paspor biasa) atau paspor biru (paspor dinas) bagi PNS.
Paspor hijau
Dikeluarkan kepada warga negara dalam rangka perjalanan reguler
Paspor biru/dinas
Dokumen perjalanan RI yang dikeluarkan oleh Deplu untuk warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka dinas bukan diplomatik
3. VISA
VISA merupakan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jepang untuk warga asing agar dapat masuk ke Jepang. Perlu diingat bahwa VISA bukanlah jaminan masuk ke negara Jepang. Ijin masuk final diberikan oleh pihak Imigrasi setelah kita mendarat di Jepang.
Untuk pelajar, pendaftaran VISA umumnya menyertakan COE (Certificate of Eligibility) yang dikeluarkan kantor Imigrasi Lokal di daerah yang kita tuju. Dengan adanya COE, proses aplikasi VISA umumnya lebih lancar dan dalam waktu 4 hari VISA sudah ada ditangan. Dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran VISA antara lain :
Paspor
KTP
Formulir pendaftaran
Pasfoto terbaru ukuran 4.5 x 4.5 cm
COE asli dan fotokopinya
4. Foto
Foto diperlukan untuk berbagai keperluan administrasi seperti mendaftar Alien Card, Registrasi di kampus dsb. Sebaiknya disiapkan pasfoto hitam putih dan berwarna ukuran (3 x 4) cm, dan (4 x 6) cm
5. Obat-obatan
Jenis obat yang perlu dibawa tentunya berbeda menurut kondisi kesehatan masing-masing pelajar. Masalah kesehatan yang umum dijumpai oleh mahasiswa yang baru tiba di Jepang terkait dengan perbedaan iklim yang bisa mengakibatkan gejala flu, demam, pusing, atau sakit perut. Dengan demikian, obat-obatan untuk mengatasi keluhan-keluhan seperti tersebut menjadi perlengkapan yang sangat disarankan untuk dibawa.
6. Pakaian
Rata-rata temperatur harian di Jepang selain tergantung dari musim juga berbeda menurut letak geografis. Jepang di wilayah utara (Tokyo, Hokaido) relatif lebih dingin dibanding di wilayah selatan (Osaka, Kyusu). Mahasiswa asing umumnya datang pada awal semester baru (awal musim semi atau musim gugur) dimana suhunya berkisar 10-23oC. Hendaknya disiapkan jaket atau sweater yang cukup tebal
7. Mata uang Jepang
Disarankan untuk membawa mata uang Jepang (yen) setidaknya ?100.000,00 diluar uang akomodasi untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membayar keperluan administrasi yang berkaitan dengan tempat tinggal (uang deposit, uang kunci).
Link informasi :
1) Panduan belajar di Jepang (Japan Minister of Foreign Affairs) :
Informasi umum untuk calon mahasiswa yang akan datang ke Jepang, sedang belajar di Jepang ataupun alumni. Berisi panduan mengenai cara-cara memilih sekolah, belajar bahasa Jepang, prosedur keimigrasian dll. Di bagian link dapat juga anda temukan link to student centers dari universitas-universitas negeri yang ada di Jepang.
http://www.studyjapan.go.jp/en/toj_stope.html
2) Kedutaan Jepang di Indonesia
Informasi mengenai prosedur keimigrasian, jenis-jenis dan cara pembuatan VISA, informasi beasiswa dari pemerintah Jepang, info umum tentang Jepang.
http://www.id.emb-japan.go.jp/
3) Panduan mahasiswa internasional (JPSS)
Informasi umum untuk mahasiswa asing yang dikemas dengan format sistematis seperti buku panduan.
http://www.jpss.jp/eng/life/index.html
Artikel di bawah ini berisi rangkuman secara garis besar mengenai poin-poin penting yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang.
1. Admission Letter dari Universitas yang dituju
Admission Letter yang dimaksud disini adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh universitas yang bersangkutan yang menyatakan bahwa anda telah dinyatakan lolos ujian masuk dan diterima di tersebut. Dokumen ini bukan Informal Consent/Letter of Acceptance dari professor yang 'hanya' berisi kesediaan calon profesor menjadi pembimbing. Pada awal masa studi di Jepang, mahasiswa baru akan tercatat sebagai research student. Admission Letter ini diperlukan untuk registrasi ke fakultas yang dituju sehingga kita tercatat menjadi mahasiswa aktif dan memperoleh kartu identitas.
2. Paspor :
Pelajar Indonesia yang berada di Jepang umumnya datang dengan menggunakan paspor hijau (paspor biasa) atau paspor biru (paspor dinas) bagi PNS.
Paspor hijau
Dikeluarkan kepada warga negara dalam rangka perjalanan reguler
Paspor biru/dinas
Dokumen perjalanan RI yang dikeluarkan oleh Deplu untuk warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka dinas bukan diplomatik
3. VISA
VISA merupakan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jepang untuk warga asing agar dapat masuk ke Jepang. Perlu diingat bahwa VISA bukanlah jaminan masuk ke negara Jepang. Ijin masuk final diberikan oleh pihak Imigrasi setelah kita mendarat di Jepang.
Untuk pelajar, pendaftaran VISA umumnya menyertakan COE (Certificate of Eligibility) yang dikeluarkan kantor Imigrasi Lokal di daerah yang kita tuju. Dengan adanya COE, proses aplikasi VISA umumnya lebih lancar dan dalam waktu 4 hari VISA sudah ada ditangan. Dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran VISA antara lain :
Paspor
KTP
Formulir pendaftaran
Pasfoto terbaru ukuran 4.5 x 4.5 cm
COE asli dan fotokopinya
4. Foto
Foto diperlukan untuk berbagai keperluan administrasi seperti mendaftar Alien Card, Registrasi di kampus dsb. Sebaiknya disiapkan pasfoto hitam putih dan berwarna ukuran (3 x 4) cm, dan (4 x 6) cm
5. Obat-obatan
Jenis obat yang perlu dibawa tentunya berbeda menurut kondisi kesehatan masing-masing pelajar. Masalah kesehatan yang umum dijumpai oleh mahasiswa yang baru tiba di Jepang terkait dengan perbedaan iklim yang bisa mengakibatkan gejala flu, demam, pusing, atau sakit perut. Dengan demikian, obat-obatan untuk mengatasi keluhan-keluhan seperti tersebut menjadi perlengkapan yang sangat disarankan untuk dibawa.
6. Pakaian
Rata-rata temperatur harian di Jepang selain tergantung dari musim juga berbeda menurut letak geografis. Jepang di wilayah utara (Tokyo, Hokaido) relatif lebih dingin dibanding di wilayah selatan (Osaka, Kyusu). Mahasiswa asing umumnya datang pada awal semester baru (awal musim semi atau musim gugur) dimana suhunya berkisar 10-23oC. Hendaknya disiapkan jaket atau sweater yang cukup tebal
7. Mata uang Jepang
Disarankan untuk membawa mata uang Jepang (yen) setidaknya ?100.000,00 diluar uang akomodasi untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membayar keperluan administrasi yang berkaitan dengan tempat tinggal (uang deposit, uang kunci).
Link informasi :
1) Panduan belajar di Jepang (Japan Minister of Foreign Affairs) :
Informasi umum untuk calon mahasiswa yang akan datang ke Jepang, sedang belajar di Jepang ataupun alumni. Berisi panduan mengenai cara-cara memilih sekolah, belajar bahasa Jepang, prosedur keimigrasian dll. Di bagian link dapat juga anda temukan link to student centers dari universitas-universitas negeri yang ada di Jepang.
http://www.studyjapan.go.jp/en/toj_stope.html
2) Kedutaan Jepang di Indonesia
Informasi mengenai prosedur keimigrasian, jenis-jenis dan cara pembuatan VISA, informasi beasiswa dari pemerintah Jepang, info umum tentang Jepang.
http://www.id.emb-japan.go.jp/
3) Panduan mahasiswa internasional (JPSS)
Informasi umum untuk mahasiswa asing yang dikemas dengan format sistematis seperti buku panduan.
http://www.jpss.jp/eng/life/index.html
Rabu, 26 Maret 2008
Lima Langkah Dasar Mencari Beasiswa
disarikan dari tulisan Togap Siagian
1. Membuat Kriteria
Hampir sama seperti mencari pacar, perburuan beasiswa kamu perlu dimulai dengan menetapkan kriteria beasiswa yang ingin diikuti. Nah, menetapkan kriteria ini tentunya didasari oleh kebutuhan spesifik kamu. Kriteria ini perlu kamu jabarkan sendiri. Jadi tanyakan pada diri kamu: “Beasiswa seperti apa yang ingin saya ikuti?”. Jawabannya bisa bermacam-macam, dan tidak perlu sama dengan kriteria yang dibuat oleh orang lain.
Beberapa kriterianya sudah saya coba daftarkan di bawah. Kamu bisa menambahkan sendiri yang relevan buat kamu. Atau kalau mau, kamu bisa mengurangi. Contoh, kalau buat kamu negara tempat studi tidak penting, artinya kamu mau kuliah di mana saja, kriteria lokasi bisa kamu abaikan atau dihapus.
Berikut contoh kriteria yang bisa kamu buat:
§ Level pendidikan: Master (S2)
§ Bidang studi: lingkungan (environmental), biologi, manajemen, atau ekonomi.
§ Lokasi studi: Target utama di Eropa, Amerika Serikat atau Jepang. Negara-negara lain, seperti Singapura, China, Canada, dan lain-lain akan saya pertimbangkan, tapi tidak menjadi sasaran utama.
§ Jumlah beasiswa yang diberikan: setidaknya cukup untuk membayar biaya kuliah (tuition and fees).
§ Ikatan dinas: tidak tertarik untuk mendapatkan beasiswa yang ada ikatan dinasnya.
§ Tambahkan kriteria lain yang kamu rasa perlu.
2. Menentukan Fokus
Dengan adanya kriteria di atas, kamu telah mempersempit pilihan kamu. Tentu saja ini bisa berakibat kamu tidak mengetahui adanya beasiswa yang lain di luar kriteria yang sudah kamu buat. Tapi di sisi lain, ini menolong kamu untuk fokus atas beasiswa-beasiswa yang sesuai dengan keinginan kamu.
Untuk kriteria yang dibuat di atas, pilihannya tentu saja jelas. Kamu ingin kuliah di negara Eropa dengan bidang studi yang telah kamu pertimbangkan di atas. Fokusnya sekarang menjadi jelas. Kamu tidak perlu, untuk sementara ini, mencari informasi beasiswa dari negara Singapura, walaupun mungkin beasiswa untuk studi manajemen tersedia. Karena kamu telah menetapkan kamu tidak ingin kuliah di Singapura, kamu bisa fokus untuk mencari peluang beasiswa di negara-negara yang telah kamu tetapkan tersebut.
3. Mencari Informasi Beasiswa yang Relevan
Untuk mencari informasi beasiswa yang sesuai dengan fokus kamu di atas, ada dua cara:
§ Mengunjungi website kumpulan informasi beasiswa. Di dunia maya, sudah banyak sekali website yang dibuat untuk mengumpulkan informasi beasiswa, baik untuk dalam negeri, maupun internasional. Website milis beasiswa yang beralamat di www.milisbeasiswa.com adalah salah satunya. Mulai dari informasi beasiswa non-degree (seperti kompetisi esai, travel grant, dll) hingga informasi beasiswa S1, S2 dan S3 tersedia di sini tanpa dibatasi.
§ Berlangganan informasi beasiswa lewat email. Contohnya adalah milis beasiswa dan newsletter beasiswaku. Perbedaan keduanya ada pada bentuk interaksinya. Milis beasiswa adalah forum diskusi dimana semua member dapat mengirimkan informasi dan / atau pertanyaan ke alamat milis tersebut. Moderator bertugas untuk menyaring email-email yang masuk sehingga hanya email-email yang relevan dan mempunyai nilai berita yang dibiarkan sampai ke mailbox para anggotanya. Newsletter beasiswa bersifat satu arah. Ini artinya seluruh informasi beasiswa yang ada di newsletter tersebut dikirimkan oleh moderator. Member tidak dapat mengirimkan pertanyaannya ke newsletter tersebut. Kedua format ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda. Contoh: karena jumlah anggota milis beasiswa sudah sangat besar, jumlah email yang dikirim via milis beasiswa pun sudah cukup tinggi. Ada pelanggan yang tidak mau kebanjiran email di mailbox nya dan hanya menginginkan informasi yang relevan. Untuk pelanggan tipe ini, newsletter adalah format yang terbaik. Tetapi bagi pelanggan yang mau berdiskusi dengan orang-orang yang telah mendapatkan beasiswa sebelumnya, mungkin format milis adalah yang terbarik. Sesuasikan format yang kamu pilih dengan kebutuhan kamu.
§ Mencari lewat situs pencari (search engine). Dibandingkan dengan dua cara yang disebutkan sebelumnya, cara inilah yang paling aktif. Artinya, kamu melakukan sedikit lebih banyak usaha, seperti menentukan kata-kata kunci (keywords) yang ingin kamu cari, memilah-milah hasil pencarian yang sesuai, dan membaca informasi tersebut. Situs pencarian favorit saya adalah Google. Untuk mencari beasiswa tentang lingkungan di Amerika Serikat misalnya, saya akan menuliskan keywords berikut: “environmental” “scholarship” “united states”.
§ Membaca informasi di media cetak. Informasi beasiswa yang muncul di media cetak sifatnya tidak tentu. Kamu tidak bisa memastikan kapan informasi beasiswa tersebut muncul dan di media mana dia akan muncul. Karena itu, sifat pencarian beasiswa lewat media cetak ini pasif. Tentu saja kamu perlu aktif mencari beasiswa yang kamu inginkan, karena itu jangan terlalu bergantung pada media cetak.
4. Pilih Beasiswa yang Paling Sesuai
Semua informasi beasiswa yang kamu kumpulkan itu, tentu saja masing-masing mempunyai persyaratannya sendiri-sendiri. Ada beasiswa yang mewajibkan kamu kembali ke negara asal kamu misalnya, tetapi beasiswa lain mungkin tidak mewajibkan hal itu. Ada beasiswa yang hanya diberikan untuk bidang studi sosial, tapi beasiswa lain mungkin bisa digunakan untuk bidang studi yang lebih umum. Ada beasiswa yang mewajibkan kamu untuk mendapatkan surat penerimaan (acceptance letter) terlebih dahulu, tapi ada juga beasiswa lain yang tidak mensyaratkan hal tersebut. Pilihlah beasiswa yang sesuai dengan keinginan kamu.
Penting: kamu perlu membaca persyaratan suatu beasiswa dengan benar dan pastikan kamu mengerti persyaratan yang dibutuhkan.
5. Persiapkan Syarat-Syarat yang Dibutuhkan
Berbagai persyaratan yang mungkin diminta adalah sebagai berikut:
§ Hasil test TOEFL / IELTS
§ Hasil test GMAT / GRE
§ Pengalaman kerja
§ Surat rekomendasi dari dosen di pendidikan kamu terdahulu atau atasan kamu di tempat kerja
§ Acceptance letter dari universitas yang kamu tuju
§ Surat rekomendasi dari dosen di universitas yang akan menerima kamu
§ Esai (statement of purpose, motivation statement)
§ dan lain-lain…
Pastikan semua persyaratan tersebut kamu penuhi tanpa ada yang tidak. Ingatlah bahwa persaingan untuk mendapatkan beasiswa cukup tinggi. Agar tingkat kemungkinan kamu diterima semakin tinggi, tentu saja kamu harus memastikan semua persyaratan dipenuhi dengan baik. “Dengan baik” di sini artinya dikerjakan dengan sempurna. Contohnya, untuk menulis esai statement of purpose, kamu harus mengikuti beberapa kaidah tertentu. Kaidah-kaidah dan langkah-langkah penulisan esai yang baik itu dapat dibaca di buku “Kiat Memenangkan Beasiswa” (klik di sini).
Tips Beasiswa untuk Pemula
DIsarikan dari tulisan Meilanie Buitenzorgy
Berhubung banyak teman yang menanyakan cara2 cari beasiswa penuh buat S2 ke LN, berikut saya coba untuk men-summary tips dan trik hunting beasiswa, based on pengalaman pribadi saya.
A. LANGKAH-LANGKAH TEKNIS:
1) Ada banyak sekali scheme scholarship untuk study abroad yang buka pendaftaran tiap tahun. Beberapa scheme populer yang memberikan full scholarship (komponen yang dibiayai sudah mencakup tuition fee, uang saku, asuransi kesehatan dan 1x ticket bolak-balik) antara lain * Chevening dari British Council (tujuan studi ke UK) * Fulbright dari USAID (tujuan studi ke US) * ADS dari AusAid (tujuan studi ke Australia) * STUNED dan NFP dari Netherland Education Centre (tujuan studi ke Belanda) * DAAD dari pem. Jerman (tujuan studi ke Jerman) * VLIR dari pem. Belgia (tujuan studi ke Belgia) Kita harus mempelajari dulu scheme2 tersebut, apa saja persyaratannya, dsb. Cara paling mudah dan efektif ya tinggal buka saja web-nya. Nggak tau alamatnya? Search aja di google....
2) Dapatkan score TOEFL minimal 550 (kalau mau aman 580) atau IELTS minimal 6.0 (kalu bisa dapat 6.5 lebih OK). Setahu saya semua full scholarship diatas mempersyaratkan nilai TOEFL/IELTS dengan nilai minimal spt diatas (fulbright malah 580), kecuali Chevening cuma require pengisian 2 lembar form aplikasi (that's all!).
3) Siapkan dokumen2 standar yang diperlukan such as: transkrip & ijazah S1 (dilegalisir dan di-translate, jasa translation-nya biasanya tersedia di kampus masing2), surat referensi dari employer dan mantan dosen pembimbing S1, sertifikat skor TOEFL/IELTS, dan Curriculum Vitae. Ada juga scheme yang require paspor, akte kelahiran, surat jaminan dari employer, surat penerimaan dari universitas yang akan dituju, dsb.
4) Langganan milis beasiswa@yahoogroups.com . Di milis ini ada banyak sekali info2 mengenai beasiswa dari berbagai negara, lengkap dengan tips, trik, pengalaman sucessful awardees and much more other related topics.
B. TIPS2 UNTUK MEMPERBESAR PELUANG
1) Supaya peluang diterima lebih besar, carilah scheme scholarship yang paling sesuai dengan background kita. Misalnya, kalau Anda seorang jurnalis/wartawan/reporter, maka peluang Anda cukup besar kalau Anda apply Chevening (Ira Koesno dan Arief Suditomo adalah salah dua dari alumni Chevening). Kalau Anda calon politisi, pintu Fulbright terbuka lebar untuk Anda (contoh alumni fulbright: Amien Rais dan Mallarangeng bersaudara).
2) Perlu diantisipasi juga bahwa peluang setiap orang untuk memperoleh beasiswa tidaklah sama. Hampir semua sponsor full scholarship akan memberikan prioritas utama kepada PNS, dosen, staf LSM lokal, orang2 dari Kawasan Timur Indonesia (or at least luar Jawa lahh....), wartawan dan... wanita (gender equity, banyak sponsor yang men-set proporsi penerima / pemenang beasiswa mereka harus imbang pria dan wanita = 50% vs 50%, sementara biasanya jumlah pelamar pria jauh lebih banyak dari jumlah pelamar wanita, otomatis wanita punya peluang lebih besar). Jadi misalnya, peluang seorang dosen wanita dari Universitas Cendrawasih adalah sangat2 besar untuk dapat beasiswa (terutama AusAid), walaupun die kagak pinter-pinter banget. Sementara peluang seorang pria eksekutif muda dari sebuah profit company terkemuka di Jakarta sangatlah kecil, kecuali kalau dia punya track record extraordinary...hehehe... Tapiii.... hal ini jangan membuat teman2 di private sector patah semangat ya... peluang itu tetap ada koq (contohnya teman2 saya yang memperoleh beasiswa STUNED tahun ini, ada yang berasal dari Indofood, Merpati airlines, dll), cuma berapa besarnya peluang tersebut, Only Heaven Knows...hehehe.....(Rick Price, 1992).
3) Cari scheme scholarship yang persyaratannya paling ribet. Kenapa? Karena makin banyak persyaratan, maka peminat akan makin sedikit, otomatis peluang kita akan makin besar. Sebagai ilustrasi, Chevening scholarship tiap tahun kebanjiran beribu-ribu pelamar dari seluruh pelosok Indonesia karena persyaratannya cuma mengisi 2 lembar formulir aplikasi dan kirim ke British Council. That's it! Jika dipukul rata bahwa semua pelamar punya peluang sama, it means scr statistik tiap pelamar cuma punya peluang kurang dari 0.1%. Tapi, mengacu point 2 diatas, peluang kita-kita yang kerja di jabotabek, sektor swasta pula, tentu akan semakin kecillllllll pula......
4) Cari jurusan/program yang akan berguna bagi "hajat hidup orang banyak". Or lebih konkrit-nya, ambil jurusan yang berbau-bau Development, Social, Policy, Rural, Public, Environment, Conservation dan sejenisnya. Sebisa mungkin hindari jurusan yang terlalu spesifik (tahun lalu saya apply untuk program Biometrics, gak lolos tuh....hehehe....). Tapi tentunya program yang akan kita ambil tetap harus relevan dengan background S1 dan atau pekerjaan kita.
5) Banyak-banyak berdoa dan perpanjang tali silaturrahmi (Arief S. Gusnanto, 2004), sori Rief petuah loe gue quote nehhh.....but spt- nya banyak benernya, at least for both of us ya nggak....hehehe.....
OK friends, sekali lagi summary ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang tentunya sangat bervariasi dari satu awardees ke awardees yang lain, semoga bermanfaat, dan...... SELAMAT BERJUANG di ARENA PERBURUAN BEASISWA!!!
Berhubung banyak teman yang menanyakan cara2 cari beasiswa penuh buat S2 ke LN, berikut saya coba untuk men-summary tips dan trik hunting beasiswa, based on pengalaman pribadi saya.
A. LANGKAH-LANGKAH TEKNIS:
1) Ada banyak sekali scheme scholarship untuk study abroad yang buka pendaftaran tiap tahun. Beberapa scheme populer yang memberikan full scholarship (komponen yang dibiayai sudah mencakup tuition fee, uang saku, asuransi kesehatan dan 1x ticket bolak-balik) antara lain * Chevening dari British Council (tujuan studi ke UK) * Fulbright dari USAID (tujuan studi ke US) * ADS dari AusAid (tujuan studi ke Australia) * STUNED dan NFP dari Netherland Education Centre (tujuan studi ke Belanda) * DAAD dari pem. Jerman (tujuan studi ke Jerman) * VLIR dari pem. Belgia (tujuan studi ke Belgia) Kita harus mempelajari dulu scheme2 tersebut, apa saja persyaratannya, dsb. Cara paling mudah dan efektif ya tinggal buka saja web-nya. Nggak tau alamatnya? Search aja di google....
2) Dapatkan score TOEFL minimal 550 (kalau mau aman 580) atau IELTS minimal 6.0 (kalu bisa dapat 6.5 lebih OK). Setahu saya semua full scholarship diatas mempersyaratkan nilai TOEFL/IELTS dengan nilai minimal spt diatas (fulbright malah 580), kecuali Chevening cuma require pengisian 2 lembar form aplikasi (that's all!).
3) Siapkan dokumen2 standar yang diperlukan such as: transkrip & ijazah S1 (dilegalisir dan di-translate, jasa translation-nya biasanya tersedia di kampus masing2), surat referensi dari employer dan mantan dosen pembimbing S1, sertifikat skor TOEFL/IELTS, dan Curriculum Vitae. Ada juga scheme yang require paspor, akte kelahiran, surat jaminan dari employer, surat penerimaan dari universitas yang akan dituju, dsb.
4) Langganan milis beasiswa@yahoogroups.com . Di milis ini ada banyak sekali info2 mengenai beasiswa dari berbagai negara, lengkap dengan tips, trik, pengalaman sucessful awardees and much more other related topics.
B. TIPS2 UNTUK MEMPERBESAR PELUANG
1) Supaya peluang diterima lebih besar, carilah scheme scholarship yang paling sesuai dengan background kita. Misalnya, kalau Anda seorang jurnalis/wartawan/reporter, maka peluang Anda cukup besar kalau Anda apply Chevening (Ira Koesno dan Arief Suditomo adalah salah dua dari alumni Chevening). Kalau Anda calon politisi, pintu Fulbright terbuka lebar untuk Anda (contoh alumni fulbright: Amien Rais dan Mallarangeng bersaudara).
2) Perlu diantisipasi juga bahwa peluang setiap orang untuk memperoleh beasiswa tidaklah sama. Hampir semua sponsor full scholarship akan memberikan prioritas utama kepada PNS, dosen, staf LSM lokal, orang2 dari Kawasan Timur Indonesia (or at least luar Jawa lahh....), wartawan dan... wanita (gender equity, banyak sponsor yang men-set proporsi penerima / pemenang beasiswa mereka harus imbang pria dan wanita = 50% vs 50%, sementara biasanya jumlah pelamar pria jauh lebih banyak dari jumlah pelamar wanita, otomatis wanita punya peluang lebih besar). Jadi misalnya, peluang seorang dosen wanita dari Universitas Cendrawasih adalah sangat2 besar untuk dapat beasiswa (terutama AusAid), walaupun die kagak pinter-pinter banget. Sementara peluang seorang pria eksekutif muda dari sebuah profit company terkemuka di Jakarta sangatlah kecil, kecuali kalau dia punya track record extraordinary...hehehe... Tapiii.... hal ini jangan membuat teman2 di private sector patah semangat ya... peluang itu tetap ada koq (contohnya teman2 saya yang memperoleh beasiswa STUNED tahun ini, ada yang berasal dari Indofood, Merpati airlines, dll), cuma berapa besarnya peluang tersebut, Only Heaven Knows...hehehe.....(Rick Price, 1992).
3) Cari scheme scholarship yang persyaratannya paling ribet. Kenapa? Karena makin banyak persyaratan, maka peminat akan makin sedikit, otomatis peluang kita akan makin besar. Sebagai ilustrasi, Chevening scholarship tiap tahun kebanjiran beribu-ribu pelamar dari seluruh pelosok Indonesia karena persyaratannya cuma mengisi 2 lembar formulir aplikasi dan kirim ke British Council. That's it! Jika dipukul rata bahwa semua pelamar punya peluang sama, it means scr statistik tiap pelamar cuma punya peluang kurang dari 0.1%. Tapi, mengacu point 2 diatas, peluang kita-kita yang kerja di jabotabek, sektor swasta pula, tentu akan semakin kecillllllll pula......
4) Cari jurusan/program yang akan berguna bagi "hajat hidup orang banyak". Or lebih konkrit-nya, ambil jurusan yang berbau-bau Development, Social, Policy, Rural, Public, Environment, Conservation dan sejenisnya. Sebisa mungkin hindari jurusan yang terlalu spesifik (tahun lalu saya apply untuk program Biometrics, gak lolos tuh....hehehe....). Tapi tentunya program yang akan kita ambil tetap harus relevan dengan background S1 dan atau pekerjaan kita.
5) Banyak-banyak berdoa dan perpanjang tali silaturrahmi (Arief S. Gusnanto, 2004), sori Rief petuah loe gue quote nehhh.....but spt- nya banyak benernya, at least for both of us ya nggak....hehehe.....
OK friends, sekali lagi summary ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang tentunya sangat bervariasi dari satu awardees ke awardees yang lain, semoga bermanfaat, dan...... SELAMAT BERJUANG di ARENA PERBURUAN BEASISWA!!!
Langganan:
Postingan (Atom)