DIsarikan dari tulisan Meilanie Buitenzorgy
Berhubung banyak teman yang menanyakan cara2 cari beasiswa penuh buat S2 ke LN, berikut saya coba untuk men-summary tips dan trik hunting beasiswa, based on pengalaman pribadi saya.
A. LANGKAH-LANGKAH TEKNIS:
1) Ada banyak sekali scheme scholarship untuk study abroad yang buka pendaftaran tiap tahun. Beberapa scheme populer yang memberikan full scholarship (komponen yang dibiayai sudah mencakup tuition fee, uang saku, asuransi kesehatan dan 1x ticket bolak-balik) antara lain * Chevening dari British Council (tujuan studi ke UK) * Fulbright dari USAID (tujuan studi ke US) * ADS dari AusAid (tujuan studi ke Australia) * STUNED dan NFP dari Netherland Education Centre (tujuan studi ke Belanda) * DAAD dari pem. Jerman (tujuan studi ke Jerman) * VLIR dari pem. Belgia (tujuan studi ke Belgia) Kita harus mempelajari dulu scheme2 tersebut, apa saja persyaratannya, dsb. Cara paling mudah dan efektif ya tinggal buka saja web-nya. Nggak tau alamatnya? Search aja di google....
2) Dapatkan score TOEFL minimal 550 (kalau mau aman 580) atau IELTS minimal 6.0 (kalu bisa dapat 6.5 lebih OK). Setahu saya semua full scholarship diatas mempersyaratkan nilai TOEFL/IELTS dengan nilai minimal spt diatas (fulbright malah 580), kecuali Chevening cuma require pengisian 2 lembar form aplikasi (that's all!).
3) Siapkan dokumen2 standar yang diperlukan such as: transkrip & ijazah S1 (dilegalisir dan di-translate, jasa translation-nya biasanya tersedia di kampus masing2), surat referensi dari employer dan mantan dosen pembimbing S1, sertifikat skor TOEFL/IELTS, dan Curriculum Vitae. Ada juga scheme yang require paspor, akte kelahiran, surat jaminan dari employer, surat penerimaan dari universitas yang akan dituju, dsb.
4) Langganan milis beasiswa@yahoogroups.com . Di milis ini ada banyak sekali info2 mengenai beasiswa dari berbagai negara, lengkap dengan tips, trik, pengalaman sucessful awardees and much more other related topics.
B. TIPS2 UNTUK MEMPERBESAR PELUANG
1) Supaya peluang diterima lebih besar, carilah scheme scholarship yang paling sesuai dengan background kita. Misalnya, kalau Anda seorang jurnalis/wartawan/reporter, maka peluang Anda cukup besar kalau Anda apply Chevening (Ira Koesno dan Arief Suditomo adalah salah dua dari alumni Chevening). Kalau Anda calon politisi, pintu Fulbright terbuka lebar untuk Anda (contoh alumni fulbright: Amien Rais dan Mallarangeng bersaudara).
2) Perlu diantisipasi juga bahwa peluang setiap orang untuk memperoleh beasiswa tidaklah sama. Hampir semua sponsor full scholarship akan memberikan prioritas utama kepada PNS, dosen, staf LSM lokal, orang2 dari Kawasan Timur Indonesia (or at least luar Jawa lahh....), wartawan dan... wanita (gender equity, banyak sponsor yang men-set proporsi penerima / pemenang beasiswa mereka harus imbang pria dan wanita = 50% vs 50%, sementara biasanya jumlah pelamar pria jauh lebih banyak dari jumlah pelamar wanita, otomatis wanita punya peluang lebih besar). Jadi misalnya, peluang seorang dosen wanita dari Universitas Cendrawasih adalah sangat2 besar untuk dapat beasiswa (terutama AusAid), walaupun die kagak pinter-pinter banget. Sementara peluang seorang pria eksekutif muda dari sebuah profit company terkemuka di Jakarta sangatlah kecil, kecuali kalau dia punya track record extraordinary...hehehe... Tapiii.... hal ini jangan membuat teman2 di private sector patah semangat ya... peluang itu tetap ada koq (contohnya teman2 saya yang memperoleh beasiswa STUNED tahun ini, ada yang berasal dari Indofood, Merpati airlines, dll), cuma berapa besarnya peluang tersebut, Only Heaven Knows...hehehe.....(Rick Price, 1992).
3) Cari scheme scholarship yang persyaratannya paling ribet. Kenapa? Karena makin banyak persyaratan, maka peminat akan makin sedikit, otomatis peluang kita akan makin besar. Sebagai ilustrasi, Chevening scholarship tiap tahun kebanjiran beribu-ribu pelamar dari seluruh pelosok Indonesia karena persyaratannya cuma mengisi 2 lembar formulir aplikasi dan kirim ke British Council. That's it! Jika dipukul rata bahwa semua pelamar punya peluang sama, it means scr statistik tiap pelamar cuma punya peluang kurang dari 0.1%. Tapi, mengacu point 2 diatas, peluang kita-kita yang kerja di jabotabek, sektor swasta pula, tentu akan semakin kecillllllll pula......
4) Cari jurusan/program yang akan berguna bagi "hajat hidup orang banyak". Or lebih konkrit-nya, ambil jurusan yang berbau-bau Development, Social, Policy, Rural, Public, Environment, Conservation dan sejenisnya. Sebisa mungkin hindari jurusan yang terlalu spesifik (tahun lalu saya apply untuk program Biometrics, gak lolos tuh....hehehe....). Tapi tentunya program yang akan kita ambil tetap harus relevan dengan background S1 dan atau pekerjaan kita.
5) Banyak-banyak berdoa dan perpanjang tali silaturrahmi (Arief S. Gusnanto, 2004), sori Rief petuah loe gue quote nehhh.....but spt- nya banyak benernya, at least for both of us ya nggak....hehehe.....
OK friends, sekali lagi summary ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang tentunya sangat bervariasi dari satu awardees ke awardees yang lain, semoga bermanfaat, dan...... SELAMAT BERJUANG di ARENA PERBURUAN BEASISWA!!!
0 komentar:
Poskan Komentar